Senin, 10 Agustus 2015

Perbedaan dialektika hegel dan dialektika materialisme marx

Materialisme Dialektika dan Logika
Oleh : Alif Syuhada
Madilog merupakan metode berfikir yang disusun oleh Tan Malaka yang berdasarkan atas materialisme, dialektika dan logika. Metode berfikir ini merupakan tanggapan Tan Malaka atas metode berfikir ketimuran. Yang dimaksud dengan metode berfikir ketimuran adalah bahwa segala-galanya yang berhubungan dengan mistika, keghaiban, takhayul, dll. Tan Malaka bukan tidak memercayai hal yang ghaib, karena dia juga mengakui bahwa masih banyak pengetahuan-pengetahuan yang belum bisa dijangkau oleh manusia, karena pengetahuan itu tidak terbatas, jika seorang menyatakan bahwa pengetahuan itu terbatas maka ia terperangkap dalam dogmatisme. Dalam membahas Madilog kita akan membahas beberapa hal berikut.
A. Logika Mistika dan Logika Material
Logika mistika merupakan konsep berfikir yang berlandaskan atas kekuasaan dzat yang supranatural (roh, dewa, dll) atas kejadian-kejadian di alam semseta ini. Dengan logika berfikir ini, masyarakat menafsirkan segala kejadian di alam ini disebabkan oleh kekuatan supranatural itu, sehingga menyebabkan adanya penyakit masyarakat yang menurut terminologi islam disebut “takhayul” dseperti contoh gerhana bulan terjadi karena adanya “buto” yang memakan bulan itu, kegagalan panen disebabkan oleh “Dewi Sri” marah dsb, sehingga muncullah ritual-ritual pemujaan roh, pengusiran “demit” yang dilakukan masyarakat untuk menanggapi kejadian alam tersebut. Akibat dari metode berfikir logika mistika dalam masyarakat adalah masyarakat tidak dapat mengembangkan budaya keilmuan, intelektualitas untuk kemakmuran dan kemajuan masyarakat.
Logika Material merupakan konsep berfikir yang terbalik dengan logika mistika. Logika material menafsirkan bahwa seluruh kejadian alam terdapat proses alamiah dan berjalan sesuai dengan hukum alam yang berlaku, bukan atas dasar kekuasaan sesuatu yang supranatural, seperti contoh adanya proses gerhana matahari dakibatkan oleh tertutupnya matahari oleh bulan ketika matahari, bulan, dan bumi berada pada posisi yang sejajar. Tumbuh suburnya padi diakibatkan karena proses penanaman yang memperhatikan kesuburan tanah, cukupnya air, dan cuaca yang mendukung. Gerhana dan suburnya padi tidak diakibatkan karena ada “buto” ataupun “dewi sri”.
B. Dialektika
Dialektika merupakan metode berfikir dengan cara kontradiktif (bertentangan) yang selanjutnya menghasilkan perpaduan baru yang lebih sempurna. Dalam metode dialektika terdapat beberapa element, yaitu yang pertama adalah “Thesis” sesuatu yang pertama, yang kemudian dikontradiksikan dengan “antithesis” sebagai lawan dari “thesis” yang kemudian menghasilkan menghasilkan sebuah kesimpilan atau “sinthesis”. Metode dialektika dipakai dalam analisis sejarah, seperti dialektika idealis Hegel (filsuf jerman, penemu metode dialektika), dan juga analisis sejarah kelasnya Karl Marx (materialisme historis, dan materialisme dialektis). Dialektika Hegel dan Marx mempunyai perbedaan, dialektika Hegel bersifat idealis, artinya ide, fikiran,kekuatan supranatural dewa, roh, merupakan yang awal daripada materi. Segala kejadian diawali oleh fikiran, ide, dan kekuatan supranatural. Sedangkan dialektika Marx adalah dialektika material, dimana materi merupakan yang awal daripada ide. Kondisi real, alam materi memengaruhi atau membentuk ide, fikiran, budaya, konsepsi tentang adanya kekuatan supranatural, dewa, rah. Dialektika Marx condong pada arah bagaimana kita berfikir pada kondisi real yang dijangkau pada panca indra kita, kita mengamati menganalisis apa yang di sekeliling kita seperti yang ada di prinsip science, dan filsafat. Akan tetapi jika disalahpahami, dialektika Marx bisa bertentangan dengan agama, oleh karena itu harus dipahami betul apa itu Ad Din, Syariah, dan kensepsi ketuhanan. sebaliknya Dialektika hegel lebih condong pada apa yang difikirkan manusia sebagai acuan utama, seperti budaya, agama dll.
C. Logika
Logika berbeda dengan Dialektika, karena hukum dalam logika ialah A=A, atau non A= noin A, sedangkan dalam dialektika A dapat menjadi non A, ataupun sebaliknya, karena dalam dialektika telah dimasuki unsur waktu, dan kontradiksi. Logika sebagaimana yang kita kenal mempunyai hukum berfikir Induksi, dan Deduksi. Induksi merupakan konsep berfikir menarik kesimpulan dari sesuatu yang umum, sedangkan Deduksi merupakan penarikakan kesimpulan khusus dari sesuatu yang umum. Induksi digunakan di ilmu pengetahuan sebagai metode eksperiment yang selanjutnya menghasilkan suatu hipotesa ataupun teori sedangkan deduksi merupakan pengujian kebenaran teori tersebut
Metode berfikir Madilog merupakan sebuah bentuk pertanggungjawaban intelektual Tan Malaka setelah melakukan studi di luar negeri agar supaya bangsanya dapat maju karena metode berfikirnya tidak terkukung dalam Logika Mistika. Pada era saat ini, meskipun mitos tradisional telah banyak yang hilang, akan tetapi mitos era modern masih juga diproduksi pada zaman saat ini seperti iklan-iklan di TV yang memproduksi mitos baru agar supaya menguntungkan perusahaan-perusahaan kapitalis dengan menawarkan berbagai cara hidup, kebahagiaan dll, kriteria negara makmur dapat diukur dari GDP (Gross Domestc Production). Sebagaimana halnya ilmu pengetahuan yang terlepas dari realitas akan menjadi mitos baru. Madilog sebagai metode berfikir dapat kita kaji untuk membentuk konsepsi berfikir yang benar, karena dengan konsepsi berfikir yang benar akan mengantarkan kita pada manusia yang sejati, mari berMADILOG. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar